ISLAM & IPTEK

Baku Beking Pande Dalam Kajian Islam & Iptek
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Forum JatonForum Jaton  Dunia Mualaf VidioDunia Mualaf Vidio  KristologiKristologi  Mesjid KitaMesjid Kita  Sain & Qur'anSain & Qur'an  Alam SemestaAlam Semesta  Jalan LurusJalan Lurus  Belajar Qur'anBelajar Qur'an  Mengaji ( Iqra' )Mengaji ( Iqra' )  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 Sains Al Quran dan Hadits

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rosian
Admin
avatar

Jumlah posting : 76
Join date : 31.01.08
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Sains Al Quran dan Hadits   Sun Feb 17, 2008 10:59 pm

Sains Al Quran dan Hadits

Ensiklopedia Sains Al Quran dan Hadits ini saya tuliskan sebagai buah pemikiran dan renungan saya mengenai ayat Al Quran dan Hadits Rasulullah SAW yang saya coba kupas dengan berlandaskan pada keilmuan kontemporer. Tentunya hal ini tidak luput dari kekhilafan. Namun sebagai rambu-rambu perlu saya tegaskan bahwa jika ada kesalahan dalam tulisan ini maka sepenuhnya merupakan kesalahan saya, bukan pada ayat Al Quran dan Hadits Rasul. Karena ayat dan hadits tidak akan ada kekurangan.
Rahasia Enam Masa
Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (Al Quran Surah As-Sajdah : 4)
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Al Quran Surah Al A’raf : 54)
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Al Quran Surah Yunus : 3)
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." (Al Quran Surah Huud : 7)
Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Al Quran Surah Al Furqan : 59)
Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. (Al Quran Surah Qaaf : 38)
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al Quran Surah Al Hadiid : 4)
Seluruh ayat di atas mengungkapkan bahwa penciptaan langit dan bumi dalam enam masa. Apakah masa yang dimaksud? Jika kita membaca Al Quran Surah Al Ashr ayat satu Allah berfirman, “Demi Masa”. Masa disitu digambarkan masa sebagai hitungan waktu. Nah, enam masa penciptaan langit dan bumi itu seperti apa? Ini Rahasia Alam yang Harus dipecahkan oleh Ilmuwan Muslim. Sementara ini saya berfikir bahwa hitungan waktu tidak terlepas dari peredaran benda angkasa. “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Quran Surah Al Anbiyaa’ : 33). Matahari dan bulan beredar sehingga mengakibatkan fenomena malam dan siang sebagai penanda waktu. Jika peredaran benda angkasa, termasuk bumi, kita teliti lagi akan kita dapatkan pembagian waktu sebagai berikut : 1. Bumi Berputar pada porosnya=Rotasi. Ini menandakan hitungan detik, menit, Jam, hingga hitungan Hari. Ada masa/waktu di sana. 2. Bulan mengelilingi bumi. Menandakan hitungan Bulan. 3. Bumi mengelilingi Matahari. Menandakan hitungan Tahun. 4. Nah, ternyata Matahari juga mengelilingi pusat Galaksi. Luar biasa. Hitungan waktunya belum terdefinisikan oleh manusia. 5. Kumpulan galaksi dinamakan Nebula. Dilihat dari jauh tampak seperti kabut angkasa. Nah, ternyata galaksi bergerak mengelilingi titik pusat Nebula. Ini juga belum terdefinisikan oleh manusia. 6. Jika kumpulan Nebula adalah Jagat Raya ini, berarti semuanya tepat ada enam. Dan ternyata Nebula-pun bergerak mengelilingi pusat alam semesta. Kita bisa mengatakan bahwa Jagat Raya ini bergerak berputar pada porosnya (Rotasi Jagat Raya yang berisikan Nebula-nebula). Definisi waktu di sini juga belum terjangkau oleh akal manusia. Lalu berapakah hitungan waktu untuk Jagat Raya ini? Yang pasti satu putaran hanya 360 derajat. Analoginya, jika bumi berotasi satu kali maka = satu hari bumi. Kita bisa beranggapan bahwa satu kali Jagat Raya berotasi pada porosnya = satu hari Jagat Raya. Perbandingannya berapa ya? Sebagai panduan ada ayat Al Quran yang mengatakan, “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. (Al Quran Surah Al Ma’arij : 4).
Sesuai ayat-ayat yang ada di atas, Tuhan (Allah SWT) memiliki singgasana di luar sistem Jagat Raya ini yang disebut “’Arsy”. Mungkinkah, yang dimaksud “sehari” dalam ayat itu adalah sehari Jagat Raya? Jika demikian, maka mungkinkah satu hari Jagat Raya sama dengan lima puluh ribu tahun di bumi? Wallahu a’lam. [..]

TUHAN MASIH HIDUP
Siapa bilang Tuhan sudah mati? Hanya manusia yang menyembah sesama manusia yang bisa bilang Tuhan sudah mati. Hanya manusia yang menyembah hewan yang bisa bilang Tuhan sudah mati. Hanya manusia yang tidak mau berfikir jernih bisa bilang bahwa Tuhan sudah mati. Nyatanya, Tuhan masih hidup. Tuhan tidak pernah mati. Buktinya, bisa kita gali dari informasi alam semesta yang diteliti oleh para fisikawan terkemuka dunia. Dahulu, ada teori yang mengatakan bahwa alam ini bersifat statis. Tetapi oleh Hubble, dengan teleskop raksasa miliknya, teori itu dibantah. Ia menemukan bukti bahwa alam semesta tidak statis, tapi berkembang dan akan terus mengembang. Saling bantah diantara fisikawan dunia ini yang kemudian menggelitik para ilmuwan untuk berlomba membuktikan teori mana yang benar. Dan akhirnya mereka mendapat satu kesimpulan bahwa alam semesta ini tidak statis, tetapi mengembang dan terus meluas. Jika sifat alam semesta ini mengembang dan meluas berarti dulunya alam ini berasal dari satu titik pangkal perluasan tersebut. Stephen Hawking meluncurkan sebuah teori yang dinamakan teori Big Bang, Ledakan Besar. Ledakan itulah yang menjadikan titik pangkal lahirnya alam semesta. Nah, jika ledakan besar itu menjadi awal lahirnya alam semesta, bukankah hitungan waktu juga bermula pada saat ledakan itu terjadi? Jawabannya adalah benar. Para fisikawan sepakat dengan hal itu. Nah, dari penjelajahan alam semesta itulah kemudian para fisikawan itu menemukan suatu kesadaran yang mulanya muncul dari beberapa pertanyaan sederhana. Siapakah yang mengendalikan ledakan besar itu? Siapa? Dia pasti memiliki kekuatan Maha Dahsyat. Keberadaannya tidak terpengaruh oleh ruang dan waktu yang terjadi sebelum dan sesudah ledakan besar itu. Siapakah Dia? Apakah Dia yang menciptakan alam ini? Dimanakah Dia berada? Yang pasti Dia tidak berada di dalam alam yang sedang meledak itu. Dia berada di luar alam ini tetapi ia memegang kendali alam ini sepenuhnya. Ledakan pada umumnya menghancurkan isi dan sekitarnya. Tetapi ledakan besar alam semesta justru membentuk satu kesatuan jagad raya yang sangat indah. Siapakah Dia? Dia-lah Allah SWT. Tidak ada seorang makhlukpun yang mengenalinya kecuali melalui hati dan imannya. Ia nyata meski Ia tidak tampak oleh mata. Ia hidup dan akan terus hidup meski Ia tidak berada di dalam alam semesta ini. Ia memegang kendali penuh atas jalannya kehidupan dan perjalanan seluruh makhluk dan benda-benda angkasa. Subhanallah. Adakah Tuhan yang berasal dari sesama makhluk? Jika ada, berarti Tuhan itu punya hari kelahiran dan hari kematian. Pantas jika Tuhan yang seperti ini bisa mati. Mungkin mati karena sakit, kecelakaan, dibunuh, musibah, bencana alam, dan lain sebagainya. Tetapi hanya Allah SWT., satu-satunya Tuhan yang akan tetap hidup dan berkuasa di alam dunia dan alam akhirat maupun alam yang lain jika alam itu ada. “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan lain beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.” (QS. Al Israa’ : 42). [..]

BIG BANG BERPIHAK PADA ALLAH
...........bersambung
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Sains Al Quran dan Hadits
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» rahasai kepintaran yahudi

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ISLAM & IPTEK :: KATAGORI UTAMA :: Kajian Sains & Teknology-
Navigasi: