ISLAM & IPTEK

Baku Beking Pande Dalam Kajian Islam & Iptek
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Forum JatonForum Jaton  Dunia Mualaf VidioDunia Mualaf Vidio  KristologiKristologi  Mesjid KitaMesjid Kita  Sain & Qur'anSain & Qur'an  Alam SemestaAlam Semesta  Jalan LurusJalan Lurus  Belajar Qur'anBelajar Qur'an  Mengaji ( Iqra' )Mengaji ( Iqra' )  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 Perselisihan Surga dan Neraka

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rosian
Admin
avatar

Jumlah posting : 76
Join date : 31.01.08
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Perselisihan Surga dan Neraka   Thu Feb 14, 2008 10:16 am

Perselisihan Surga dan Neraka
By Siti Rahmi


Ada sebuah tulisan di Febdian.net yang berjudul Nabi-nabi Penjelajah Antariksa, yang didalam tulisan tersebut mengatakan bahwa surga dan neraka belum ada pada saat ini. Hal ini mengingatkan saya kepada kisah dua sahabat saya. Mereka memperdebatkan masalah surga dan neraka. Yang satu mengatakan bahwa surga dan neraka itu sudah ada, sedangkan pendapat sahabat saya yang satunya lagi berbeda, ia mengatakan bahwa surga dan neraka belum ada pada saat ini.

Saya yang tidak punya banyak ilmu untuk memahami masalah ini hanya duduk diam memerhatikan kedua sahabat yang saling bertegang urat leher itu. Saya juga tidak terlalu menghiraukan dengan apa yang mereka perdepatkan. Walaupun saya lebih cendrung pada pendapat salah satu dari sahabat itu. Dalam hati kecil kecil saya cuma berkata, kenapa harus diperdebatkan.

Tapi suatu saat saya pasti akan mendapat pertanyaan dimakah surga dan neraka itu, dan apakah ia benar-benar ada? Pertanyaan seperti itu bisa datang dari siapa saja, bahkah anak kecil yang baru berumur 3 tahun. Alangkah sayangnya jika suatu saat nanti, jika saya memiliki anak dan ia akan bertanya tapi saya tidak bisa menjawabnya. Sekarang ini saja saya sudah direpotkan oleh keponakan-keponakan saya yang rasa ingin tahunya sangat besar.

Dalam Al Qur’an saya hanya mendapatkan gambar-gambaran surga dan neraka, tidak saya temukan ayat yang mengatakan bahwa surga dan neraka itu sudah ada saat ini ataupun mengatakan surga itu belum ada saat ini. Akhirnya saya labuhkan pertanyaan ini kepada Ayah saya.

Pengetahuan manusia tentang hal-hal ghaib sangat terbatas. Sebagai umat Islam kita diwajibkan meyakini hal-hal ghaib. Begitulah yang dikatakan Ayah saya. Untuk memuaskan hati saya, sehari sebelum Ramadhan Ayah menghadiahkan sebuah buku kepada saya yang berjudul I’itiqad Alhussunnah Wal-Jama’ah.

Buku tersebut menguraikan perselisihan faham antara golong-golongan yang ditimbul dalam agama Islam. Dan perpecahan atau perselisihan faham tersebut sebelumnya sudah diprediksi oleh Baginda Rasulullah Saw.

Sabda Baginda Rasulullah Saw:

Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) diantaramu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu.” (HR. Imam Abu Daud dll).

Perselisihan faham antara kedua sahabat saya tadi, adalah salah satu dari yang diucapkan Baginda Rasulullah dalam hadits di atas.

Jauh sebelumnya, saya meyakini bahwa surga dan neraka itu memang ada pada saat ini. Saya tidak punya alasan yang cukup kuat untuk ini. Cuma saya punya konsep yang sangat sederhana. Surga adalah tempat yang dijanjikan oleh Allah bagi umat yang mentaatiNya, sedangkan neraka adalah ancaman bagi mereka yang mengingkari Allah SWT.

Ketika masih kecil, saya sering mendapat ancaman dari orang tua, jika tidak mengaji akan dirotan. Rotan disini berperan sebagai ancaman bagi saya jika tidak mengaji. Kenapa harus rotan? Kenapa bukan diberi ancaman yang lain? Jawabannya karena orang tua saya memang memiliki rotan dan menyediakan rotan sebagai hukuman untuk anak-anaknya yang tidak mengaji.

Sebagian orang tua suka memberikan imbalan atau janji kepada anaknya jika meraih prestasi yang cemerlang. Misalnya jika puasa penuh 30 hari atau dapat juara 1 di kelas, maka orang tua akan menghadiahkan liburan ke suatu tempat wisata. Tentu saja tempat wisata itu sudah ada. Tidak mungkin dijanjikan dengan tempat yang tidak ada ataupun belum ada.

Seorang yang kakinya pincang gak akan mengancam akan menendang, perampok yang cuma punya golok tidak akan mengancam akan menembak. Seorang tidak akan mengajak ke Ancol bila Ancol tidak ada pada saat ini di Jakarta. Jadi menurut saya Allah SWT tidak akan memberi ancaman neraka, menjanjikan surga, menceritakan gambaran-gambaran neraka atau surga bila keduanya itu tidak ada, atau belum diciptakan.

Tapi apa yang saya ucapkan ini bukanlah berarti saya menyamakan Allah dengan manusia. Tiada satu apapun yang bisa menandingi kekuasaan Allah dan tiada satupun yang menyerupaiNya.

Bila ada yang tidak sependapat dengan saya, silahkan beri komentar, mungkin saja pendapat saya yang salah. Tapi jangan ajak saya berdebat tentang ini. Untuk apa memperdebatkan surga dan neraka ada atau tidak pada saat ini? Dari pada memperdebatkan ini lebih baik saya mencari jawaban bagaimana jalan mencapai ke surga dan terhindar dari neraka.

Bisa jadi apa yang saya yakini ini adalah salah, bisa jadi pendapat yang lainnya benar. Semoga siapa-siapa yang salah akan mendapat hidayah dari Allah, kembali ke jalan yang benar, dan siapa-siapa yang benar akan selalu dilindungi Allah dalam kebenarannnya yang diyakininya itu.
Siti Rahmi's blog


Febdian Rusydi's
Sudah adakah surga & nekara?


Kutipan menarik dari blog http://nuurieonline.blogdrive.com/ dengan judul tulisan “AZAB KUBUR - MENURUT AL-QURAN DAN HADIS” (tertanggal 13 September 2006):

Sebuah hadis mengenai azab atau nikmat kubur bermaksud: Kubur itu sama ada satu taman dari taman syurga atau satu rongga dari rongga neraka. Hadis ini boleh dirujuk kepada at-Tirmizi dan al-Baihaqi, tetapi sanadnya daif. Sungguhpun ia daif, tetapi maksudnya betul dan benar kerana disokong oleh hadis-hadis daripada kitab Sahih Bukhari seperti tersebut di atas. Penulis merasa berpada dengan merujuk kepada Sahih Bukhari sahaja, tidak perlu kepada sumber-sumber lain, kerana Sahih Bukhari adalah kitab yang paling sahih selepas al-Quran.

Saya sendiri baru tahu bahwa ada yang mempermasalahkan apakah jannah (surga) dan jahanam (neraka) itu sudah ada sekarang atau tidak. Analogi yang diberikan Cik Siti itu sepertinya bagus untuk logika manusia. Logika Cik Siti ini bisa diteruskan dengan pemakaian hadits di atas. Tapi sesungguhnya perkara jannah dan jahanam adalah perkara gaib; dan seperti halnya perkara ruh, kita tidak diberi ilmu tentang hal ini kecuali sedikit sekali.

Dalam berdakwah, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk memberikan kabar gembira (hal-hal tentang jannah) untuk mengajak manusia menyembah Allah Yang Satu. Kabar-kabar jahanam diberikan setelah itu - bukan sebagai “penyeimbang” sebagaimana diyakini oleh orang-orang yang percaya dengan kesetimbangan Alam Semesta; melainkan sebagai ancaman dan janji yang nyata bagi manusia yang ingkar.

Sekali lagi, perkara apakah jannah dan jahaman sudah ada atau belum bukanlah sesuatu yang bermanfaat untuk didiskusikan. Sama halnya mendiskusikan tentang ruh, hanya membuang-buang waktu. Tho tidak ada efeknya bagi kita apakah neraka itu belum ada sekarang atau tidak; karena sesungguhnya janji Allah SWT itu pasti benar. Alangkah lebih baik waktu yang terpakai untuk amalan-amalan yang nyata lebih berguna.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Perselisihan Surga dan Neraka
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ISLAM & IPTEK :: KATAGORI UTAMA :: Forum Diskusi-
Navigasi: