ISLAM & IPTEK

Baku Beking Pande Dalam Kajian Islam & Iptek
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Forum JatonForum Jaton  Dunia Mualaf VidioDunia Mualaf Vidio  KristologiKristologi  Mesjid KitaMesjid Kita  Sain & Qur'anSain & Qur'an  Alam SemestaAlam Semesta  Jalan LurusJalan Lurus  Belajar Qur'anBelajar Qur'an  Mengaji ( Iqra' )Mengaji ( Iqra' )  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 Nabi-nabi Penjelajah Antariksa

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rosian
Admin
avatar

Jumlah posting : 76
Join date : 31.01.08
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Nabi-nabi Penjelajah Antariksa   Thu Feb 14, 2008 10:09 am

Nabi-nabi Penjelajah Antariksa
elfarid's

Banyak orang berpikir tentang asal-usul manusia di bumi. Konsep agama yang mengatakan Adam adalah manusia di bumi dipertanyakan oleh ilmuwan yang pro evolusi (www.harunyahya.com). Al Quran memberikan petunjuk tentang penciptaan Adam yang berasal dari tanah (materi atomik), bila kita pelajari lagi ayat Al Quran dengan penjelasa ayat lain akan kita pahami Adam diciptakan bukan di bumi kita ini tetapi di “jannah” (arti harfiahnya taman, surga).

Dalam hal ini jika kita berpikir secara riil material bahwa Adam adalah manusia pertama yang dikirim ke bumi dari “suatu tempat” (bisa planet lain yang indah seperti taman - tetapi bukan surga). Mengapa bukan dikirim dari surga? Teori fisika barangkali bisa menjelaskan (ditunggu penjelasan Mas Febdian) bahwa surga adalah tempat yang akan dihuni manusia kelak di mana dimensi waktu konstan karena dikatakan manusia akan tetap berusia muda selamanya. Berarti sekarang (dimensi waktu manusia) surga dan neraka belum tercipta, juga dalam Al Quran penciptaan alam semesata dijelaskan tetapi penciptaan surga dan neraka (kampung akhirat) tidak dijelaskan rinci hanya dijelaskan bahwa alam semesta akan hancur pada “yaumul sa’ah” dan akan dibangkitkan pada “yaumul qiyamah”. Alam semsta ini setelah hancur akan didirikan lagi dalam kondisi dimana dimensi waktu konstan sehingga akan bersifat kekal abadi.

Kembali ke topik pembahasan, Nabi Adam dan Hawa yang dkirim ke bumi adalah manusia beriman dan berakal yang diutus sebagai khalifah di bumi kita ini. Dapat kita bayangkan bagaimana Nabi Adam datang ke bumi, dengan suatu wahana berupa pesawat antariksa, buraq, piring terbang atau sejenisnya? Insya Allah ada kemungkinannya. Mengapa? Kita pelajari sejarah nabi Nuh yang mendapat wahyu untuk membuat kapal karena akan ada bencana di bumi. Pengertian kapal bisa diartikan sesuatu yang mengapung, bisa jadi berupa pesawat yang mengapung (?)

Nabi Ibrahim ketika dalam masa pencarian juga mengamati antariksa dan kemudioan mendapat wahyu dan pencerahan untuk mendapatkan pengertian keberadaan Allah. Begitu pula sejarah Nabi Isa yang sudah kita ketahui dari Al Quran bahwa beliau diangkat dari bumi dan nanti di akhir jaman akan diturunkan lagi ke bumi dan akan meninggal di bumi ini. Bayangan kita yaitu Nabi Isa diangkat yaitu naik suatu pesawat dengan kecepatan cahaya atau lebih menuju suatu tempat (planet) dan sekarang masih hidup dan ketika kembali ke bumi nanti masih hidup meskipun dalam perhitungan waktu bumi sampai saat ini berusia 2006. Einstein akhirnya dapat mejelaskan hal ini dengan cerita si kembar.

Terakhir yaitu nabi Muhammad SAW yang Isra’ Mi’raj ke antariksa dengan pesawat yang terbang secepat kilat (al barqun/buraq). Bila dihitung perjalanan Nabi Muhammad hanya dalam hitungan jam sudah bisa pulang pergi ke sidratul muntaha (suatu tempat, mungkin planet terjauh yang akan terjangkau manusia bumi). Asumsi kita planet terjauh yang diketahui yaitu planet ke-10 (Xena) maka diperlukan pesawat yang terbang dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya (Di Surat An-Nur disebutkan tentang “nur alanuuri” cahaya di atas cahaya).

Hasil renungan ini masih perlu di-cross check dengan ayat-ayat Al Quran yang sesuai. Insya Allah akan saya tuliskan lagi ayat-ayat yang menjelaskannya. Atau ada kawan lain yang bisa melengkapinya.

Al Quran adalah PETUNJUK (manual book) bagi manusia yang sangat lengkap. Masihkah umat Islam yang ditunutut sebagai ulil albab (peneliti) hanya sekedar membaca, mengahafalnya saja? Sudah saatnya kita taddabur Al Quran dan akan kita dapati banyak PETUNJUK yang menuntun manusia kepada keimanan. Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya. Ada kesalahan karena keterbatasan saya.

Lukman Farid


Komentar untuk Nabi-nabi penjelajah angkasa
Beberapa komentar nih Pak Farid:

1. Di alam dunia sekarang, Allah sudah menunjukkan ada sebuah benda yang tidak berumur, alias ageless atau tidak bergerak dalam dimensi waktu. Jadi mulai dari pertama kali alam semesta tercipta (dia sudah ada) sampai sekarang (Hadiah Nobel Fisika 2006 kemarin salah satunya memanfaatkan benda ini untuk melengkapi pemahaman kita terhadap Alam Semesta)) adalah benda yang sama dengan umur yang sama. Benda itu sudah pernah dibahas di situs kita ini.
2. Saya belum menemukan sumber bahwa Alam Semesta kita akan dihidupkan lagi setelah kehancurannya. Yang saya tahu adalah manusia dan jin akan dibangkitkan lagi setelah dimatikan di dunia ini - menurut riwayat binatang juga akan dibangkitkan, karena onta Nabi Shaleh as, anjing ash-habul kahfi, dan beberapa binatang yang diceritakan dalam Al Quran akan berperan nanti dalam penghisaban nanti.
3. Dalam fisika ada teori yang mengatakan (baru sebatas teori) bahwa Alam Semesta ini akan hancur, kemudian hadir lagi, kemudian hancur lagi dan seterusnya. Salah satu teori yang mendukung ini adalah teori dawai. Sekelompok orang juga menafsirkan beberapa ayat Al Quran yang paralel dengan teori ini. Bagi saya, wallahualam.
4. Kapal Nabi Nuh as sepengetahuan saya benar-benar sebuah kapal. Logika utamanya adalah sesuai dengan tafsir bahasa Arab, ini tentu butuh seorang tafsir handal untuk menjelaskannya. Kedua, para Nabi utusan Allah selalu berdakwah kepada umatnya dengan hal-hal yang umatnya sudah terbiasa. Nabi Musa as datang dengan kekuatan fisik yang jauh di atas rata-rata karena umatnya terbiasa dengan penindasan fisik. Nabi Daud as datang dengan keahlian pandai besi karena umatnya senang membuat inovasi senjata perang. Nabi Isa as datang dengan kemampuan tabib karena banyak penyakit-penyakit aneh saat itu. Nabi Muhammad SAW datang dengan semangat persatuan karena umatnya saat itu sangat patriotik. Tidak mungkin para Nabi datang dengan sesuatu yang umatnya tidak familiar, seperti Nabi Nuh as tiba-tiba membuat pesawat terbang. Wallahualam.
5. Diangkatnya Nabi Isa as ke “langit” adalah perkara gaib. Dan, perkara gaib adalah termasuk urusan kita tidak mengetahuinya. Bisa jadi ditempatkan di sebuah planet, bisa jadi di suatu tempat yang tidak ada di Alam Semesta ini… Itu sebenanrya bukan perkara sulit bagi Allah, bukankah kita sering silap mata sampai tidak melihat benda yang jelas-jelas di depan kita?
6. Planet Xena sejauh ini memang planet terjauh yang mengorbit Matahari dalam tata surya kita. Tapi, masih banyak planet-planet lainnya di luar tata surya kita.
7. Peristiwa isra’ miraj menurut pemahaman saya adalah gabungan sains dan gaib. Perjalanan ke Baitul Maqdis bisa dikalkulasikan, tapi perjalanan ke Sidhratul Muntaha adalah perkara gaib. Menurut saya, Sidhratul Muntaha adalah tempat gaib yang tidak ada di alam fisika kita sekarang.
8. Bagaimanapun juga, perenungan Pak Farid ini benar-benar layak untuk menjadi bahan diskusi. Kami tunggu perenungan-perenungan lainnya pak, jangan lupa kita lanjutkan diskusinya di sini :-)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Nabi-nabi Penjelajah Antariksa
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ISLAM & IPTEK :: KATAGORI UTAMA :: Kajian Sains & Teknology-
Navigasi: