ISLAM & IPTEK

Baku Beking Pande Dalam Kajian Islam & Iptek
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Forum JatonForum Jaton  Dunia Mualaf VidioDunia Mualaf Vidio  KristologiKristologi  Mesjid KitaMesjid Kita  Sain & Qur'anSain & Qur'an  Alam SemestaAlam Semesta  Jalan LurusJalan Lurus  Belajar Qur'anBelajar Qur'an  Mengaji ( Iqra' )Mengaji ( Iqra' )  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 Atlantīs, Benua yang hilang...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rosian
Admin
avatar

Jumlah posting : 76
Join date : 31.01.08
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Atlantīs, Benua yang hilang...   Thu Feb 07, 2008 11:46 pm

Atlantīs, Benua yang hilang...
Gara~gara Plato?

Pada tahun 360 SM, seorang filsuf Yunani bernama Plato, menulis buku berjudul Timaeus dan Critias.
Kedua buku ini bercerita tntang sebuah benua yg dihuni oleh manusia yg pintar dan memiliki teknologi tinggi.
Benua itu bernama Atlantis.
Namun sayang, benua seluas negara Libya (di Afrika) plus Benua Eropa ini terkena bencana dahsyat dua kali.
Yang pertama terjadi pada 9000 SM, bencana banjir yg teramat dahsyat yg langsung menenggelamkan benua ini.
Konon, manusia Atlantis banyak yg mengungsi ke daerah-daerah sekitarnya, seperti Maroko, Mesir dan Pulau Thera (di Laut Aegea dekat Yunani).
Namun, di tahun 1500 SM, sisa-sisa peradaban Atlantis di Pulau Thera pun lenyap tinggal nama oleh sebuah letusan gunung berapi, yg jauh lebih dahsyaat daripada letusan Gunung Krakatau di tahun 1883.

Dan hingga kini pun...

Atlantis, masih merupakan misteri...


Untuk saya pribadi, pencarian wawasan untuk keperluan pengetahuan selalu saya pisahkan dari pencarian saya tentang Tuhan. Orang lain boleh mengharamkan kita mengambil sesuatu yang bukan dari Al Quran. Saya pun begitu untuk urusan ketuhanan.
Tapi untuk urusan pengetahuan saya sering mengambil referensi dari berbagai buku atau kitab yang kemudian saya coba gathuk-gathukan untuk mencari satu garis lurus tentang masalah yang saya cari itu. Saya mencari persamaannya, bukan perbedaannya. Kalo menginginkan perbedaan, isagala tempatnya.

Dalam veda pun ada cerita tentang addadam arya, orang yang dimuliakan dan dikaruniai pengetahuan yang lebih dari makhluk lain. Terlepas dari konteks contek mencontek seperti di isagala, buat saya itu hampir sama dengan kisah adam yang diberikan pengetahuan oleh Alloh yang tidak diberikan kepada bangsa jin dan malaikat pada saat penciptaan.

Justru semakin banyak saya menemukan hal-hal semacam itu dari berbagai kitab atau penemuan ilmiah lainnya, semakin tebal keyakinan saya terhadap mujizat Al Quran.

Mengenai teknologi canggih di masa lampau, mungkin perlu dibaca penelitian Francis Taylor (KeelyNet courtesy of Bryant Stavely from The World Island Review (excerpted), January 1992), seorang arkeolog dari tim peneliti mengemukakan bahwa terdapat beberapa coretan-coretan tulisan pada beberapa reruntuhan bangunan kuno (kuil) di sana yang setelah dicoba untuk diterjemahkan, seperti berisi doa dari penduduknya agar selamat dari suatu cahaya sangat besar yang datang melingkupi kotanya.
Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan di dalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.

Coba googling tentang penemuan reaktor nuklir purba oleh peneliti Perancis di Oklo Republik Gabon yang berumur 2 milyar tahun. Penemuan itu berawal ketika Perancis mengimpor biji uranium dari Oklo dan menemukan bahwa biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya. dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.
Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!

Apakah salah kalau kita berusaha mencari-cari sesuatu yang ada dalam Al Quran dengan cara lain untuk sekedar menambah wawasan? Misalnya tentang mujizat nabi sulaiman. Apakah kita harus menelan mentah-mentah bahwa itu suatu mujizat yang sulit diterima akal secara awam? Dan apakah kita tidak boleh melihat dari sisi lain yang menyatakan bahwa itu adalah suatu teknologi?

Surat Saba'
12. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala
13 Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.

Saya cenderung memikirkan Sulaiman terbang bukan seperti burung atau superman. Tetapi kaum sulaiman yang terdiri dari bangsa jin dan manusia itu sudah memiliki teknologi terbang. Digunakan istilah mengendarai angin menurut saya hanya untuk menunjukan bahwa sulaiman mampu terbang dengan cepat sekali sampai tidak terlihat seperti angin. Bisa saja sulaiman itu terbang mengendarai piring yang sebesar kolam atau pesawat berbentuk seperti periuk dengan bagian bawah menyala (afterburner) dan diistilahkan seperti berada di atas tungku.
Ingat Al Baqarah 102 mengatakan kemampuan Sulaiman bukanlah sihir. Berarti bisa kita artikan itu sebagai teknologi kan?

Apakah kita harus menelan mentah-mentah burung ababil adalah burung biologis yang membawa batu-batu berapi? Dan tidak mencoba memikirkan kemungkinan itu adalah pesawat alien yang membawa bom-bom napalm?
Itu kan burung bukan pesawat?
Mungkin pemahaman masyarakat arab waktu itu, asalkan sesuatu yang terbang dan bersayap maka akan disebut burung. Jangankan masa lalu, masa kini pun untuk suku pedalaman seperti afrika misalnya, kaleng softdrink jatuh dari pesawat pun disembah-sembah dianggap pemberian dewa karena jatuh dari langit, seperti ilustrasi dalam The Gods Must Be Crazy.

Apakah kita tidak boleh mempercayai sebuah legenda suku Dogon di Afrika yang kemudian diteliti oleh Robert K.G. Temple, F.R.A.S., yang kemudian dituangkan dalam bukunyaThe Sirius Mystery
Suku Dogon ini merupakan sebuah suku di benua Afrika yang masih hidup secara primitif, namun mereka ternyata memuja makhluk-makhluk melata yang mereka hubungkan dengan sistem bintang Sirius. Anehnya, tanpa peralatan2 ilmiah yang canggih, Suku Dogon mengetahui secara teliti gerakan maupn karakteristik "pengiring" bintang Sirius yang sangat2 sulit untuk diamati oleh mata telanjang.
Coba kaitkan dengan Al Quran Surat Asy-Syuura 42:29
Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.
Saya tertarik menghubungkan kata makhluk melata dari Sirius dengan As-Syuura.

Wallahu 'alam bishowab


Sekali lagi maaf. Itu hanya sekedar bantahan dari saya. Kalo mungkin ada yang bertanya, kenapa hanya sekedar dugaan dan mengandalkan ilmu gathuk yang ga ilmiah kok berani memunculkan? Saya akan balik bertanya, apakah iptek yang paling ilmiah dan sangat logika itu tidak berawal dari sekedar dugaan semata?
Semua ada tahapannya. Awalnya kita hanya bisa menduga-duga lalu dicari pembuktiannya bahkan sampai berabad-abad, baru bisa kita temukan jawaban yang sesungguhnya.

Memang tidak menutup kemungkinan semua itu baik kitab suci ataupun legenda adalah fiksi atau karya sastra. Tapi seringkali ide suatu kisah fiksi diilhami oleh pengalaman pribadi penulisnya. Seperti masa sekolah dulu saya suka bikin cerpen, kalo saya lagi dapat gebetan baru, cerpen saya akan berisi keindahan. Pada waktu pacar saya pacaran lagi, isi cerpennya tentang jahatnya seorang wanita. Begitu juga film startrek. Film itu dibuat setelah pengetahuan tentang luar angkasa berkembang. Apalagi faham ufologist sudah sedemikian merebak dan sudah mengklasifikasikan berbagai macam ras ET walaupun baru berdasarkan cerita para abductee yang belum bisa dibuktikan secara fisik ke publik.

Buat saya tidak ada yang salah saya membaca apapun dan darimanapun. Sesuatu yang baik, walaupun muncul dari yang hina akan tetap baik. Ingat ayat pertama adlah Iqra, baca... Dan belajarlah sampai ke negeri china. Negeri yang komunis. Apakah kita harus jadi komunis? Tidak kan? Belajarlah etos kerja orang china, bukan pelitnya. he he he ... Maaf bukan rasis. Muslim yang pulang haji jadi makin pelit juga banyak kok..
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Atlantīs, Benua yang hilang...
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Misteri 11 hari yang hilang dari kehidupan Agatha Christie
» (Ask) Cara agar motor ga hilang
» Seni Pahat Semangka Yang Menakjubkan
» ada yang mau kerjasama^^
» Kematian Bruce Lee Yang Misterius

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ISLAM & IPTEK :: KATAGORI UTAMA :: Kajian Sains & Teknology-
Navigasi: