ISLAM & IPTEK

Baku Beking Pande Dalam Kajian Islam & Iptek
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Forum JatonForum Jaton  Dunia Mualaf VidioDunia Mualaf Vidio  KristologiKristologi  Mesjid KitaMesjid Kita  Sain & Qur'anSain & Qur'an  Alam SemestaAlam Semesta  Jalan LurusJalan Lurus  Belajar Qur'anBelajar Qur'an  Mengaji ( Iqra' )Mengaji ( Iqra' )  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 Apakah Aliens = Jin?

Go down 
PengirimMessage
rosian
Admin
avatar

Jumlah posting : 76
Join date : 31.01.08
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Apakah Aliens = Jin?   Thu Feb 07, 2008 11:33 pm

Apakah Aliens = Jin?

Membaca beberapa thread terdahulu mengenai UFO/ET/Aliens dan Jin, saya jadi tertarik untuk membahas secara spesifik tentang kemungkinan Aliens adalah jin.

Al-Baqarah 2:117
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.

Asy-Syuura 42:29
Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

Al-Rahmaan 55:33
Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

Dari ketiga ayat tersebut, bisa disimpulkan bahwa Allah menciptakan bumi dan langit.
Ayat kedua Allah menyatakan menciptakan makhluk di keduanya. Berarti sampai sini bisa kita ketahui makhluk hidup tidak hanya di bumi saja, di luar bumi pun ada.
Ayat ketiga sepertinya semacam petunjuk atau mungkin tantangan dari Allah bagi kita dan jin untuk bisa menjelajahi segala penjuru langit dan bumi dengan kekuatan. Yang dimaksud kekuatan disini mungkin adalah teknologi ya..

Laporan yang cukup tua mengenai kehidupan di langit lain ialah berasal dari abad ke-15 SM, yang tertera dalam buku harian Thutmosis III (Fir'aun Mesir kuno, 1504-1450 SM).Laporan dlm papirus tulli tersebut adalah sbb:
Dalam tahun duapuluh dua, dalam bulan kedua musim dingin, pada jam keenam bulan hari itu....para penulis dari rumah kehidupan melihat adanya sebuah lingkaran api yang muncul di angkasa. Dia tidak memiliki kepala dan nafasnya berbau busuk (maksudnya asap yang keluar dari benda tersebut), panjang 1 rod (5 meter), lebarnya 1 rod. Dia tidak bersuara. Karena kebingungan mereka bertiarap...Mereka menghadap Fir'aun untuk melaporkan apa yang telah mereka lihat.
Baginda Raja merenungkan dan memikir-mikir persoalan itu. Sementara...beberapa hari kemudian benda-benda itu bertambah banyak di angkasa. Angkatan perang Fir'aun terus mengawasi benda-benda itu tatkala Baginda Raja berada ditengah tengah mereka. Waktu itu adalah waktu setelah makan malam.Lingkaran api itu kemudian semakin naik lebih tinggi di angkasa menuju ke selatan. Ikan dan Itik berjatuhan dari udara. Dan Fir'aun menyuruh mengambil kemenyan, yang kemudian dibakarnya untuk mendapatkan keamanan dan ketentraman dalam kehidupan rakyatnya..

Suatu hipotesis yang sangat mengejutkan dunia langit-melangit ketika Robert K.G. Temple, F.R.A.S., lewat bukunya The Sirius Mystery, bahwa ia menemukan fakta yang membingungkan tentang suku Dogon.
Suku Dogon ini merupakan sebuah suku di benua Afrika yang masih hidup secara primitif, namun mereka ternyata memuja makhluk-makhluk yang mereka hubungkan dengan sistem bintang Sirius. Anehnya, tanpa peralatan2 ilmiah yang canggih, Suku Dogon mengetahui secara teliti gerakan maupn karakteristik "pengiring" bintang Sirius yang sangat2 sulit untuk diamati oleh mata telanjang.
Hipotesis Temple yang cukup berani lagi menyatakan bahwa 3000 tahun Sebelum Masehi, bumi purba pernah dikunjungi oleh makhluk amfibi dari kawasan Sirius. Makhluk2 asing tersebut berhasil mencitra peradaban Sumeria dan Mesir Kuno.
Menurut tinjauan Astronomis, Sirius merupakan bintang kembar yang jauhnya 8,7 tahun cahaya dari bumi. Tatkala bintang Sirius tampak cemerlang disebelah timur senja hari pada Zaman Mesir Kuno, para penduduk siaga, karena mereka meyakini bahwa musim penghujan akan segera tiba dan akan menyebabkan banjir dari Sungai Nil.
Oleh karena itu, munculah pemujaan terhadap bintang Sirius di Mesir, yang setelah beberapa abad masih dilakukan oleh bangsa Arab Jahiliyah. Namun pemujaan terhadap bintang Sirius ini siapa tahu juga disebabkan oleh "kunjungan" oleh para penghuni planet2 yang mengiringi bintang yang amat cemerlang itu, andai benar wisata antar bintang telah terjadi .

Adakah hubungan antara makhluk amfibi dari bintang Sirius dengan makhluk melata dalam Surat Asy-Syuura? Sip, mantap!

Selanjutnya saya kutip yang pernah saya posting di http://myquran.org/forum/index.php/topic,20485.60.html
An Nuur
45. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Al Anfaal
22. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.
55. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.
Ar Ruum
26. Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.

Ayat pertama mengungkap soal binatang yang tidak berkaki dan berkaki. Disambung dua ayat selanjutnya yang menyatakan bahwa binatang (terburuk) adalah manusia (tuli). Apakah mungkin maksudnya adalah manusia juga termasuk binatang, dengan kelebihan akal tentunya.
Agar tidak simpang siur selanjutnya saya gunakan istilah makhluk saja. Jadi dari ketiga ayat itu diketahui Allah menciptakan makhluk dari yang melata sampai berkaki.

Disambung ayat terakhir, disitu digunakan istilah "siapa" bukannya "apa"
Mungkinkah makhluk tak hidup diistilahkan dengan kata "siapa"?

Jadi kesimpulan saya sementara ini Allah menciptakan makhluk hidup di langit dan di bumi. Hanya saja saya kurang tau batasan langit dalam bahasa Al Qur'an itu hanya sebatas atmosfir saja atau sampai antariksa? Kalo memang istilah langit memang sampai ke antar galaksi, berarti memang ada makhluk di luar bumi.

Maha Benar Allah Dengan Segala Firmannya


Sekarang lanjut ke soal Jin...

Saya tertarik dengan yang ada dalam Surat Al Jin
8. dan Sesungguhnya Kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, Maka Kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
9. dan Sesungguhnya Kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). tetapi sekarang Barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

Ini saya coba hubungkan dengan mitologi yang menarik perhatian ilmuwan saat ini, Menara Babel.

Dalam Bible, Menara Babel dikatakan sebagai menara yang direncanakan mencapai surga (langit) dan digunakan untuk melihat isi/rahasia langit. Karena dianggap sebagai suatu kesombongan manusia akhirnya menara itu diruntuhkan oleh Allah. Untuk mencegah agar kejadian tersebut tidak terulang lagi selamanya, manusia diceraiberaikan dan dikacaukan bahasanya. Maksud dikacaukan bahasanya mungkin setelah itu bahasa manusia menjadi bermacam-macam sehingga terjadi kendala bahasa untuk berkomunikasi.

Versi lain yang dikemukakan oleh Zecharia Sitchin dalam Teori Annukaki. Dalam peperangan antar aliens ada aliens yang kalah perang dan tertinggal di bumi. Walaupun sudah berasimilasi dengan manusia bumi mereka masih punya keinginan untuk kembali ke planet asalnya. Lalu dibangunlah menara babel yang konon adalah sebuah menara tempat peluncuran roket. Ya, mirip-mirip menara peluncuran roket NASA atau milik Rusia yang ada di baikonur. Menara itu dihancurkan oleh aliens lainnya agar sisa-sisa aliens yang ada di bumi tidak bisa kembali ke luar angkasa. Sampai saat ini aliens yang berkuasa di angkasa terus mengawasi aliens yang tersisa di bumi agar tidak dapat kembali ke asalnya.

Kata "Babel" berarti "gate of God". Pintu gerbang Tuhan (dewa). Nama Babel ini sendiri kemudian akrab dengan nama Babilonia yang sama artinya yaitu "The Gate of the God."

Amerika pun sepertinya tertarik untuk mengungkap rahasia Menara Babel ini. Beberapa waktu lalu saya googling dan menemukan artikel tentang penjarahan museum Baghdad pada saat Perang Teluk. Artefak2 kuno dari jaman Sumeria juga diambil? Mencari apa? "Kunci" untuk menemukan Stargate (Gerbang Bintang), portal milik bangsa Anunnaki-kah? Kalau benar, kacau dah si yahudi ini. Pantesan begitu habis-habisan mencari senjata pemusnah massal yang tidak ada. Padahal mungkin saja sisa-sisa isotop nuklir yang terdeteksi itu dari sisa-sisa roket babel? Ngikik..

Kembali ke soal Aliens.
Ada satu garis lurus yang bisa kita tarik dari 3 sumber yang berbeda, yaitu upaya menuju atau membuka (rahasia) langit yang gagal karena penjagaan yang ketat:
1. Al Qur'an
Jin yang pernah menduduki beberapa tempat di langit, mencoba kembali tapi dihadang
panah-panah api.
2. Bible
Keinginan melihat rahasia langit yang digagalkan oleh Allah.
3. Zecharia Sitchin
Aliens kalah perang yang ingin kembali ke asalnya tapi selalu dijegal aliens lainnya.

Jadi menurut saya kemungkinan Aliens adalah jin ada benarnya.
Wallohu a'lam bishawab

Cuma saya kok kurang sreg dengan teorinya Zecharia Sitchin yang mengatakan penjagaan itu dilakukan oleh aliens juga. Yang faham tafsir mungkin bisa bantu, yang dimaksud penjaga dalam surat Al Jin adalah Allah, malaikat atau jin juga? Kalau jin, berarti teori itu mendekati kebenaran. Kalao dijaga malaikat, apakah malaikat ET juga? Kalau Allah sendiri yang menjaganya, tak mungkin kan kita mengatakan Allah juga ET?

Benar atau tidak hanya Allah yang tahu. Sekali lagi mohon maaf kalo saya salah. Soalnya saya hanya bisa menafsirkan ayat hanya dari terjemahannya tanpa tau makna bahasa Quran yang sesungguhnya.

Ada yang bisa bantu atau berpendapat lain?

Wassalam
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Apakah Aliens = Jin?
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Apakah ganti knalpot racing itu akan beresiko di tilang...?
» Apakah haram ganti koil bila sudah pake CDI Racing??
» Tes apakah Anda seorang Indigo
» (WTA) Apakah motor yang jarang dipakai akan mempengaruhi Oli mesin didalamnya?
» MUTILASI V*GINA...??!!!!!

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ISLAM & IPTEK :: KATAGORI UTAMA :: Forum Diskusi-
Navigasi: