ISLAM & IPTEK

Baku Beking Pande Dalam Kajian Islam & Iptek
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Forum JatonForum Jaton  Dunia Mualaf VidioDunia Mualaf Vidio  KristologiKristologi  Mesjid KitaMesjid Kita  Sain & Qur'anSain & Qur'an  Alam SemestaAlam Semesta  Jalan LurusJalan Lurus  Belajar Qur'anBelajar Qur'an  Mengaji ( Iqra' )Mengaji ( Iqra' )  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 Al-Masîh Benar-Benar Tidak Disalib

Go down 
PengirimMessage
rosian
Admin
avatar

Jumlah posting : 76
Join date : 31.01.08
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Al-Masîh Benar-Benar Tidak Disalib   Wed Feb 06, 2008 11:02 am

Al-Masîh Benar-Benar Tidak Disalib
Selasa, 20 Desember 2005
Yesus Mati di tiang Salib? Dari berbagai ayat di Bibel, Yesus benar-benar tidak disalib. Karena jika dia disalib, berarti beberapa ayat dalam injil harus dicopot (Pertama dari dua tulisan)


Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi *

Dalam sebuah makalah yang berjudul 'SALIB KRISTUS DALAM PERSPEKTIF PENULIS ARAB-MUSLIM KONTEMPORER' Bambang Noorsena menyatakan bahwa Salib Kristus dan Thariq al-Alam (Jalan Sengsara)-Nya adalah salah satu "batu sandungan" dalam dialog teologis Kristen-Islam hingga sekarang. Salah satu alasan penolakan Islam atas historisitas penyaliban Yesus, didasarkan atas sebuah ayat dalam al-Qur’an; Wa maaqataluhu wa maa shalabuhu wa lakin syubiha lahum. (Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula mereka menyalibkannya, melainkan yang disamarkan bagi mereka" (Q.s. An-Nisa’/4:157).

Makalah yang disampaikan dalam "Pengajian Injil" yang diselenggarakan Institute for Syriac Christian Studies (ISCS) Surabaya, di Gedung Keuskupan, Jl.W.R.Supratman No.4, Surabaya, 2 Juli 2004 itu penting untuk dikritisi. Meski sudah lewat, makalah yang dimuat di www.iscs.or.id sangat mendasar bagi "akidah".

Penyaliban Yesus

(Al-Masih) dan 'penderitaannya' (the passion of Christ) dalam akidah Islam, bukan saja tidak mendapat tempat, namun juga ditolak oleh Bibel. Apa yang dikatakan oleh Bambang Noorsena bahwa salah satu alasan penolakan Islam adalah Qs. An-Nisa' [4]: 157 sama sekali tidak tepat. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memberikan beberapa catatan penting.

Pertama, kisah penyaliban Kristus dan penderitaannya (Âlâm al-Masîh) yang diklaim oleh umat Kristen sebagai bagian dogma yang harus diterima, meskipun irasional dan sama sekali tidak berdasar. Bangunan dogma ini laksana 'sarang laba-laba': tidak kokoh dan sudah runtuh.

Yang meruntuhkan dogma yang 'membingungankan' ini bukan hanya Al-Qur'an, tapi juga Bibel. Namun sayang, karena dogma –percaya tidak percaya, masuk akal atau tidak—wajib diterima. Benar, bahwa Qs. An-Nisa [4]: 157 menolak penyaliban Kristus. Penolakan Al-Qur'an bukan tanpa dasar dan tanpa alasan yang kuat.

Kisah penyaliban Kristus merupakan 'sandiwara' yang dibuat oleh Yahudi. Kemudian sandiwara ini mendapat sambutan yang sangat besar sekali dari umat Kristen. Umat Yahudi yang paling banyak mencerca ibunda Mariam (Maria) –wanita suci dan terhormat—dan menuduhnya berbuat "serong" lebih dicintai oleh umat Kristen, meskipun umat Islam membela habis-habisan.

Pada akhirnya, penyaliban ini menjadi dogma yang taken for granted, tanpa proses olah nalar yang cerdas.

Umat Yahudi adalah umat yang memiliki budaya "ingkar janji", mengingkari ayat-ayat Allah, membunuh para nabi tanpa alasan yang benar, mengaku hatinya terutup.

Mereka juga mencerca Mariam, ibu Kristus. Dan yang paling besar, mereka mengaku telah 'membunuh' –menyalib—Kristus utusan Allah (Qs. An-Nisa' [4]: 156-157). Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, hanya orang yang diserupakan –bukan disamarkan seperti yang diklaim Bambang Noorsena.

Dan ternyata, orang-orang Yahudi sendiri ragu terhadap yang mereka salib itu. Mereka tidak memiliki pengetahuan yang valid, akhirnya mereka hanya mengikuti perkiraan (prasangka) saja (ittibâ` az-zhann).

Dan mereka memang benar-benar tidak yakin bahwa mereka telah membunuh Kristus (Qs. An-Nisa' [4]: 157). Al-Qur'an menyatakan bahwa Kristus tidak hanya tidak disalib, bahkan diangkat oleh Allah (Qs. An-Nisa [4]: 158).

Kalau seandainya benar Kristus disalib, demi menebus dosa bapaknya Adam. Berarti Allah tidak adil. Kalau Tuhan mengorbankan 'Anak Tunggal-Nya', berarti Tuhan tidak memiliki kasih sayang. Bukankah dalam agama Kristen Tuhan itu bersifat 'adil' dan 'pengasih'.

Jika demikian, kisah penyaliban Kristus tertolak melalui dua sifat Tuhan yang kontradiktif ini. Adalah benar apa yang termaktub di dalam Kitab Yehezkiel 18: 2-4, "Mengapa peribahasa ini terus disebut-sebut di negeri Israel? 'Orang tua makan buah anggur yang asam rasanya, tetapi anak-anaklah yang ngilu giginya.' Demi Aku, Allah yang hidup, TUHAN Yang Mahatinggi, peribahasa ini tidak akan lagi diucapkan di Israel. Nyawa setiap orang adalah milik-Ku, baik nyawa orang tua maupun nyawa anaknya. Orang yang berdosa, dialah yang akan mati."

Lebih tegas lagi dijelaskan, "Orang yang berbuat dosa, dialah yang akan mati. Anak tidak harus menanggung akibat dari kesalahan ayahnya; sebaliknya, ayah pun tidak harus menanggung akibat dari dosa-dosa anaknya. Orang yang baik akan mendapat ganjaran yang baik karena perbuatannya yang baik. Dan orang yang jahat akan menderita akibat dari kejahatannya." (Yehezkiel 18: 20).

Dengan demikian, tidak ada alasan bahwa Kristus harus menebus dosa Adam. Rentang waktu yang
begitu lama – ribuan tahun—sejak Adam dan Hawa makan buah dari pohon kehidupan dan keabadian, menjadi tanya besar yang tidak terpecahkan.

Bukan hanya tidak masuk akal, juga menodai ke-Mahaagungan Allah SWT. Apakah Allah Yang Mahakuasa tidak mampu mengampuni dosa para hamba-Nya? Karena dia Mahakuasa. Lalu kenapa harus menunggu Kristus dilahirkan? Paralogisme yang menggelikan!

Kedua, benarkah Kristus disalib? Bambang Noorsena dalam makalahnya juga menyatakan, " Secara gramatikal, Q.s. An-Nisa’ 157 memang tidak menyangkal secara gamblang historisitas penyaliban Yesus.

Ungkapan lakin syubiha lahum (melainkan yang disamarkan bagi mereka), menggunakan bentuk fi’il mabni lil-majhul yang tidak menunjuk secara jelas subyek, yaitu siapa yang menggantikan Yesus dalam penyaliban.

Nama Yudas Iskariot sebagai pengganti Yesus baru muncul belakangan, dan dalam sejumlah tafsir kuno dikemukakan nama-nama lain (Simon Petrus, Simon dari Kirene, dan sebagainya).

Artinya, nama-nama inipun tidak muncul dalam teks al-Qur’an, melainkan dalam sejumlah kitab
Tafsir al-Qur’an.

Keliru besar jika Bambang Noorsena menyatakan bahwa kata kerja (fi`il) syubbiha lahum fi`il al-mabni li al-majhuul. Kemudian, dengan spontan menyimpulkan bahwa ayat tersebut tidak secara gamblang menolak historisitas penyaliban Kristus.

Ini sangat penting untuk dicermati. Pertama, dalam gramatikal Arab, tidak semua fi`il al-mabnî li al-majhuul tidak jelas pelakunya. Kesimpulan dini anti-klimaks ini merupakan akibat dari ilmu bahasa Arab yang matang dipaksakan. Yang menggantikan Kristus adalah Allah. Itu adalah logika. Kesimpulan yang 'sembrono' dan 'serampangan' itu adalah akibat dari kutipan ayat yang tidak sempurna.

Jika saudara Bambang benar-benar mengutip ayat secara sempurna, dari ayat 156-158, maka kesimpulannya akan berbeda jauh. Syeikh Mutawalli Sya`rawi dalam bukunya Maryam wa Al-Masih menyatakan, bahwa kata 'syubbiha lahum' merupakan 'satu bukti' adanya "kecerobohan" dalam usaha pembunuhan itu. Maka, orang lain diserupakan dengan Kristus. Hal itu mengindikasikan bahwa masalah penyaliban (pembunuhan Kristus) tidak alami. Tidak ada kepastian dari orang-orang yang ingin membunuhnya."

Penulis kira, tidak ada bedanya kata syubbiha lahum dengan ayat yang berbunyi zuyyina li an-nassi dalam Qs. Ali `Imran [3]: 14,"Zuyyina li an-naasi hubb asy-syahawaati min an-nisaa'i wa'l-baniin a'l-qanaathiir'l-muqantharah min adz-dzahabi wa'l-fidhdhati wa'l-khili'l-musawwati wa'l-an`aami wa'l-harts...."

Apakah ayat ini juga harus dipertanyakan, "Siapa yang memberikan rasa cinta dalam diri manusia terhadap wanita, anak-anak, dst...? Apakah ayat ini juga akan disebut 'tidak jelas'?

Jawabannya yang tepat penulis kira; kembali kepada penguasan bahasa Arab yang lebih sempurna. Bukan penguasaan yang tendesnsius. Kedua, tidak benar bahwa nama Yudas Iskariot baru muncul belakangan.

Kemudian, Bambang menyebutkan nama-nama Simon Petrus, Simon dari Kirena, dan sebagainya. Setelah itu beliau menyimpulkan, "Nama-nama inipun tidak muncul dalam teks al-Qur'an, melainkan dalam sejumlah tafsir al-Qur'an.

Benar bahwa, nama-nama Simon Petrus dan Simon dari Kirena, dan sebagainya tidak tercantum di dalam Al-Qur'an. Karena nama-nama itu tidak penting. Yang penting adalah, wa maa qataluuhu wa maa shalabuuhu, wa laakin syubbiha lahum. Itulah inti ayat Al-Qur'an dalam masalah ini. Karena aktor dalam penyaliban itu ada tiga: Yahudi, Kristus dan Yudas Iskariot. Inilah yang harus dicantumkan dalam Al-Qur'an. Sementara Simon Petrus dan Simon dari Kirena, dalam istilah bahasa Arab, laa yanfa` wa laa yadhurr.

Sejatinya, nama Yudas sudah hilang ketika –menurut keyakinan Kristen—setelah penangkapan Kristus dan diserahkan kepada para pemuka agama dan tentara Romawi, ia menghilang. Ia tidak kedengaran lagi perannya dalam panggung peristiwa.

Ke mana dia? Ini akan dijawab pada poin ketiga di bawah ini. Ketiga, Kristus benar-benar tidak disalib menurut kesaksian Bibel. Buktinya; "Angkatlah seorang jahat untuk mengadili dia, biarlah ia didakwa oleh lawannya. Biarlah ia diadili dan dinyatakan bersalah, dan biarlah doanya dianggap dosa. Biarlah hidupnya lekas berakhir, dan jabatannya diambil oleh orang lain. Biarlah anak-anaknya menjadi yatim, dan istrinya menjadi janda.

Biarlah anak-anaknya menjadi pengemis yang mengembara, dan diusir dari reruntuhan rumahnya. Biarlah segala miliknya disita oleh penagih hutang, dan hasil jerih payahnya dirampas orang. Jangan ada yang baik hati kepadanya, atau menyayangi anak-anak yang ditinggalkannya. Biarlah seluruh keturunannya dibinasakan, dan namanya dilupakan oleh angkatan yang kemudian. Biarlah kejahatan leluhurnya tetap diingat Tuhan, dan dosa ibunya tidak diampunkan.

Biarlah dosa mereka selalu diingat Tuhan, dan tak ada yang mengenang mereka di bumi. Sebab orang itu tak pernah ingat untuk menunjukkan kasih sayang. Ia menganiaya orang miskin dan sengsara, dan membunuh orang yang tak berdaya. Ia suka mengutuk; biarlah ia sendiri terkutuk!

Ia tidak suka memberi berkat, biarlah tak ada berkat untuk dia! Baginya mengutuk itu perbuatan
biasa, sama seperti mengenakan pakaiannya. Biarlah kutuk itu merembes seperti air ke badannya, dan seperti minyak ke tulang-tulangnya.

Biarlah kutuk itu menutupi dia seperti pakaian, dan selalu melingkari dia seperti ikat pinggang. Tuhan, jatuhkan hukuman itu atas penuduhku, atas orang yang bicara jahat tentang aku. Tetapi tolonglah aku sesuai dengan janji-Mu, ya Tuhan Allahku, selamatkanlah aku karena kebaikan dan kasih-Mu... (Mazmur 109: 6-21).

Apa yang muncul dari Mazmur di atas? Pertama, Yudas adalah orang yang akan dihakimi, bukan
Kristus. Kedua, ditetapkan atasnya dosa. Ketiga, ia pasti akan disalib. Anaknya akan menjadi yatim, dan istirinya menjadi janda. Keempat, dialah yang mengkhianati Kristus dan berusaha untuk menghindar darinya. Kelima, Allah benar-benar akan menyelamatkan Kristus. Khsusus poin ketiga, Kristus tidak punya anak, karena dia tidak menikah.

Berarti tepat, itu adalah Yudas. Kemudian, menurut syariat Yahudi, yang disalib adalah terlaknat (terkutuk) (Ulangan 21: 22-23).

Penulis kira, tidak ada satu orang Kristenpun yang menerima jika Kristus dilaknat (dikutuk); raja
penyelamat harus tetap hidup. Bagaimana mungkin Kristus mati disalib (Yohanes 12: 34); dalam Matius 16: 21 Kristus menyatakan bahwa 'ia akan dibunuh'.

Namun ini kontradiksi dengan injil Markus dan Lukas, karena kedua injil itu menggunakan kata ganti orang ketiga, 'Anak Manusia', bukan Kristus (Markus 8: 31 dan Lukas 18: 31-33).

....bersambung
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Al-Masîh Benar-Benar Tidak Disalib
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Cara cabut tankpad Keiti
» Lampu indikator oli dan suhu tidak nyala....
» Tanya: merk Knalpot yg tidak ribut bunyinya tapi bisameningktkan tenaga
» Indikator "N" pada KOSO RX-2 tidak menyala
» [Blender] How to Cellshading

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ISLAM & IPTEK :: KATAGORI UTAMA :: Kajian Agama Islam-
Navigasi: