ISLAM & IPTEK

Baku Beking Pande Dalam Kajian Islam & Iptek
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Forum JatonForum Jaton  Dunia Mualaf VidioDunia Mualaf Vidio  KristologiKristologi  Mesjid KitaMesjid Kita  Sain & Qur'anSain & Qur'an  Alam SemestaAlam Semesta  Jalan LurusJalan Lurus  Belajar Qur'anBelajar Qur'an  Mengaji ( Iqra' )Mengaji ( Iqra' )  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 Muslim di Spanyol

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 271
Join date : 31.01.08

PostSubyek: Muslim di Spanyol   Tue Feb 05, 2008 11:24 pm

Muslim di Spanyol
Dakwah Para Mualaf


Bila di Jerman, Austria, dan beberapa negara Eropa lainnya imigran Muslim kerap dianggal “kerikil” dalam komunitas mereka, tidak demikian dengan imigran Muslim di Spanyol. Dalam sebuah laporan resmi, pemerintah Spanyol mengakui mereka sudah melebur dan menjadi bagian dari masyarakat Spanyol. “Empat dari lima imigran Muslim terintegrasi dengan komunitas Spanyol,” begitu bunyi laporan yang dikeluarkan Kementerian Hukum negara itu.

Secara persentase, sekitar 83 persen dari mereka sudah melebur dalam masyarakat Spanyol dan mengadaptasi seluruh aturan hukum dan abad masyarakat. “Mereka sangat toleran, Westernised, dan moderat,” ujar Menteri Kehakiman Marino Fernandez bermejo, seperti dikutip Walrus Magazine edisi Desember 2007.

Laporan itu juga menyebut, sebagian besar responden tidak menyetujui segala bentuk kekerasan atas nama agama. Mereka juga menyebut tiga agama samawi (Islam, Kristen, dan Yahudi) semestinya hidup saling berdampingan dan saling menghormati.

Survei mengenai kaum Muslim itu dilakukan sejak trimester kedua tahun lalu. Survei itu dilakukan oleh lembaga independen. Responden yang disasar adalah 2.000 imigran Muslim yang datang secara legal maupun ilegal dan berasal dari negara-negara “resiko tinggi” seperti Maroko, Senegal, Pakistan, dan Aljazair.

Bagaimana wajah Muslim Spanyol saat ini, bisa dilihat dari sosok Adulhasib Castineira. Berkacamata dengan jenggot yang tercukur rapi, ia lebih terlihat sebagai seorang eksekutif muda. Namun pria yang sebelumnya beragama Katolik ini selalu dengan bangga menyebut “profesi”-nya sekarang, “Imam masjid di Granada.”

Masjid tempat Castineira berkhikmat kecil ukurannya, dan merupakan masjid baru. Namun ia senang berkantor di salah satu lantainya. Letaknya di dekat Gereja San Nicolas, gereja yang dibangun pada abad ke-17, atau tiga abad setelah dinasti Islam kembali dihancurkan.

Satu yang dipegang Castineira yang merupakan warisan dari peradaban Islam masa lalu, “Peradaban yang menjangkau level kemanusiaan tertinggi, yang dapat dijadikan acuan saat ini, yaitu bagaimana mereka menjalani hidup dan menjaga cara hidup bersama dengan penuh respek dan toleransi.”

Kini, ketika Spanyol menjadi rumah bagi ribuan imigran asal Afrika Utara, mualaf seperti Castineira menjadi mediator penting bagi negara multikultur seperti Spanyol. Mereka lebih toleran, mengaktualisasikan agamanya tidak dengan sikap yang picik, dan menjadi “humas” baru bagi agamanya di kalangan publik Spanyol. Banyak publik Spanyol yang kini bersimpati pada Islam.

Di kalangan umat Islam sendiri, pengaruh mereka juga amat kuat. Mereka seperti menjadi simbol Islam Andalusia masa lalu di masa sekarang; cerdas, menolak kekerasan, dan bertekad membangun peradaban baru. “Islam adalah agama yang cinta damai,” begitu pesan yang mereka tebarkan dimanapun.

Jumlah mualaf di Spanyol memang mencengangkan. Tahun lalu, jumlah mualaf mencapai angka 20 ribu hingga 50 ribu orang. Jumlah Muslim di negara yang pernah menjadi saksi puncak kejayaan Islam di abad pertengahan itu mencapai 1,5 juta orang.

Padahal pada akhir tahun 1960-an, jumlah Muslim di Spanyol hanya puluhan ribu orang saja. Dakwah Islam kembali menggeliat setelah seorang mualaf asal Scotlandia, Ian Dallas — ia mengubah nama menjadi Syekh Dr Abdalqadir as-Sufi — aktif mengajarkan kembali agama Islam. Ia memulai dakwahnya di Granada, tempat tinggalnya, melintasi semenanjung selatan negara itu demi menyiarkan Islam.

Ia memadukan ajaran sufi dan tradisi Andalusia. Walau sempat dikritik kalangan Murabitun, ia terus maju. Tak hanya kalangan Muslim yang terpikat dakwahnya, namun juga kalangan non-Muslim. Satu persatu mereka pun bersyahadat.

Banyak alasan seseorang masuk Islam, begitu juga mualaf Spanyol. Namun umumnya mengerucut ke satu hal, bahwa Islam menyajikan cara hidup yang lebih komplit. “Islam bila diselami lebih dalam menyuguhkan kedamaian bagi penganutnya dan orang-orang di sekelilingnya,” ujar Mansur Escudero, mualaf yang kini aktif di Komisi Islam.

Adalah Junta Islamica, organisasi nirlaba yang didirikan para mualaf di kota kecil Almodóvar del Rio yang menjadi motor dakwah di beberapa wilayah di Spanyol. Dakwah disebarkan melalui lisan, tulisan, dan publikasi di situs web yang mereka kelola.

Junta Islamica didirikan untuk mempromosikan Islam dan toleransi. “Banyak orang Spanyol yang menerapkan standar bahwa Islam adalah pendatang. Tapi kami bukan pendatang, kami adalah juga warga bangsa Spanyol, sama seperti mereka. Kami Spanyol Muslim,” ujar Isabel Romero, direktur Institut Halal di Junta Islamica.

Ide-ide itulah yang mereka sebarkan. Saat bom Madrid meledak menjelang pemilu tahun 2004 dan menewaskan 191 orang – pelakunya adalah Muslim -- mereka berdiri untuk menyuarakan bahwa tidak semua Muslim bersikap demikian. Kampanye mereka kemudian didukung Syekh Moneir Mahmoud, imam Islamic Cultural Center of Madrid, Komisi Islam, dan media massa. Alhasil, tak ada gejolak setelah peristiwa itu.

Dialog, itulah salah satu kunci hidup bersama. Ketika pintu dialog terbuka, dan masing-masing pihak mempunyai kesediaan yang tinggi untuk “mendengar”, maka harmoni akan tercipta.

Tak hanya dengan komunitas lain, di dalam komunitas Islam sendiri dialog juga penting. Mansur Escudero mempunyai cerita tentang dialog yang dimaksud. Saat organisasinya berniat membangun sebuah masjid, ada sebuah organisasi Muslim yang menolak rencana itu dengan berbagai pertimbangan. Bahkan, mereka mencela.

Namun, Escudera tak lelah mengajak mereka berdialog. Tak hanya itu, dia juga membuktikan bahwa keberadaan masjid itu sangat penting dan mendukung dakwah Islam; dibuktikan dengan banyaknya non-Muslim yang tertarik belajar Islam. “Akhirnya mereka melebur dan tururt aktif dalam kegiatan masjid,” ujarnya.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://islamiptek.forumotions.net
 
Muslim di Spanyol
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ISLAM & IPTEK :: BERITA DUNIA ISLAM :: Internasional-
Navigasi: