ISLAM & IPTEK

Baku Beking Pande Dalam Kajian Islam & Iptek
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Forum JatonForum Jaton  Dunia Mualaf VidioDunia Mualaf Vidio  KristologiKristologi  Mesjid KitaMesjid Kita  Sain & Qur'anSain & Qur'an  Alam SemestaAlam Semesta  Jalan LurusJalan Lurus  Belajar Qur'anBelajar Qur'an  Mengaji ( Iqra' )Mengaji ( Iqra' )  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 AKKBB Tidak Mau Masuk Surga

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 271
Join date : 31.01.08

PostSubyek: AKKBB Tidak Mau Masuk Surga   Mon Jun 23, 2008 8:21 am

AKKBB Tidak Mau Masuk Surga


22 Jun 2008 - 10:30 pm

Oleh Ihsan Tandjung
Rupanya insiden Monas 1 Juni 2008 kemarin bukan sekedar bentrokan antara entitas Front Pembela Islam (FPI) melawan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Bahkan secara kasat mata sebenarnya memang bukan FPI yang hadir di lokasi, melainkan Laskar Islam yang terdiri atas aneka elemen Ummat Islam, termasuk di dalamnya ada FPI. Media massa-lah (terutama yang berideologi sekularis-liberalis) yang mengecilkan kelompok Laskar Islam menjadi sekedar FPI. Seolah elemen ummat Islam yang hadir saat itu di Monas hanya satu elemen yang dikesankan tidak berarti, yaitu FPI. Baiklah, bagi kita tidak masalah apakah yang hadir hanya FPI atau memang himpunan aneka elemen Ummat Islam, yang penting mereka mewakili ummat Islam. Mereka adalah kumpulan manusia yang tidak ragu sedikitpun menunjukkan identitas ke-Islam-an diri.

اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

"Saksikanlah, bahwa kami adalah kaum muslimin (orang-orang yang berserah diri kepada Allah)."(QS Ali Imran ayat 64)

Sedangkan kumpulan manusia yang berhimpun di bawah bendera AKKBB tidak memiliki suatu identitas yang jelas dan terang. Yang pasti di lapangan saat itu mereka tiba-tiba menggelar spanduk profokatif di antaranya berbunyi: TOLAK SKB AHMADIYAH. Suatu hal yang sangat nyata akan mudah sekali menyulut emosi muslim manapun yang sadar dan peduli dengan masalah pemeliharaan aqidah ummat Islam. Sudah jelas bahwa ummat Islam memang sedang menanti-nanti (dengan menahan kegeraman dan kemarahan) terbitnya SKB pemerintah soal Ahmadiyah yang sampai saat itu tidak kunjung muncul. Jadi jangankan kawan-kawan FPI, sedangkan muslim mananpun akan mudah tersulut amarahnya bila ada sekelompok orang yang justru melontarkan profokasi mendukung Ahmadiyah padahal selama ini orang-orang Ahmadiyah telah melakukan penodaan terhadap kemurnian ajaran Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Tapi sudahlah, kita tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi pada hari itu. Namun yang menarik setelah dikaji dan diteliti rupanya AKKBB ini menaungi banyak LSM yang pada umumnya memiliki satu kesamaan, yakni: (1) Pada umumnya menyuarakan hal-hal yang bersifat pemikiran liberalis dan sekularis. Yakni pemikiran-pemikiran yang sangat didukung fihak penguasa dunia modern Barat yang sangat khawatir dengan bangkitnya kesadaran Islam Kaaffah di negeri-negeri kaum muslimin mayoritas. Lalu (2) sebagian besar perjalanan LSM-LSM tersebut didanai oleh fihak asing terutama Amerika dan negara-negara Barat lainnya. Sehingga mereka sering dijuluki sebagai organisasi proyek. Artinya organisasi yang baru bergerak bila ada proyek yang tersedia pendanaannya. Bilamana tidak ada dana maka ia nganggur alias berhenti beraktifitas.

Dengan kata lain bisa kita simpulkan bahwa AKKBB merupakan payung dari berbagai organisasi yang berperan sebagai komprador alias antek bagi kepentingan Barat liberal-sekuler (baca: anti Islam). Dan jika demikian keadaannya menjadi jelaslah bagi kita -dan siapapun yang masih berakal sehat dan berhatinurani- mengapa mereka begitu getol membela keberadaan Ahmadiyah di negeri ini. Sebab Ahmadiyah sendiri merupakan organisasi bentukan negara kerajaan Inggris pada masa penjajahan Inggris di anak benua India. Ia dibentuk oleh Inggris sebagai upaya devide et empera antar sesama orang yang mengaku muslim di India. Lalu diorbitkanlah seorang Mirza Ghulam Ahmad sebagai seorang pemimpin ummat Islam bahkan sebagai nabi baru dengan ajaran baru sesudah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Hal ini sangat selaras dengan pesan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebagai berikut:

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
“Ruh-ruh manusia tersusun laksana prajurit yang berbaris. Mana yang saling kenal (cocok/sesuai/se-ideologi) akan saling berpadu. Dan mana yang saling mengingkari akan berselisih/berpisah.” (HR Al-Bukhary 11/117)

Dalam interaksi sosial setiap orang akan cenderung berhimpun dengan orang yang dirasa sejenis dengan dirinya, terutama dalam hal ideologi. Orang mu’min cenderung bersahabat dengan sesama mu’min. Orang sekularis-liberalis cenderung hanya mau bersahabat dengan sesama sekularis-liberalis. Ini merupakan kaedah dasar pergaulan di masyarakat. Itulah sebabnya sangat penting bagi siapapun untuk menentukan siapa sahabatnya.

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ
“Seseorang akan mengikuti agama/keyakinan sahabat karibnya. Maka hendaklah setiap orang memperhatikan siapa yang menjadi sahabatnya.” (HR Ahmad 17/107)

Jika seseorang ingin tahu siapa sebenarnya dirinya, maka ia tinggal lihat siapa yang selama ini menjadi sahabatnya. Bila sahabat-sahabatnya adalah orang yang disiplin dan rajin sholat lima waktu berjamaah di masjid, jujur, berjiwa sosial, berakhlak mulia, santun, maka kurang lebih begitu pulalah gambaran dirinya. Sebaliknya, bila sahabat-sahabatnya adalah ahli maksiat, koruptor, pembohong, suka menyakiti dan menzalimi orang, malas beribadah, maka begitulah kurang lebih gambaran dirinya. Demikian pula Allah subhaanahu wa ta’aala gambarkan tentang orang-orang yang berakrab bahkan berkonsultasi dan memohon pertolongan dan bantuan kepada kalangan ahli Kitab, yahudi dan nasrani.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maaidah ayat 51)

Dalam ayat di atas Allah subhaanahu wa ta’aala bahkan menyamakan orang yang mengaku beriman sebagai identik dengan ahli Kitab bilamana mereka suka menjadikan kalangan yahudi dan nasrani sebagai wali (pemimpin, pelindung dan penolong). Kelompok AKKBB sangat suka kepada Barat yang didominasi oleh ahli Kitab. Berarti mereka telah mendurhakai Allah subhaanahu wa ta’aala dan RasulNya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Kalau kita ingat kembali hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam di bawah ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى (البخاري
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan (tidak mau).” Para sahabat bertanya: ”Siapa orang yang tidak mau itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Siapa yang taat kepadaku ia masuk surga, dan siapa yang durhaka kepadaku, berarti ia sungguh tidak mau.” (HR Bukhary 22/248)

Kesimpulannya hanya satu: Semua organisasi di bawah payung AKKBB tidak mau masuk surga Allah subhaanahu wa ta’aala di akhirat kelak.

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://islamiptek.forumotions.net
Admin
Admin


Jumlah posting : 271
Join date : 31.01.08

PostSubyek: Re: AKKBB Tidak Mau Masuk Surga   Mon Jun 23, 2008 8:22 am

Setiap muslim pasti menginginkan dirinya kelak di akhirat memperoleh rahmat dan ampunan Allah subhaanahu wa ta’aala sehingga ia berhak dimasukkan ke dalam surga penuh kenikmatan dan dijauhkan dari neraka penuh kesengsaraan. Tidak mungkin ada seorang muslim, bahkan seorang manusia beragama apapun, yang dengan sukarela menyatakan dirinya enggan masuk surga alias ingin masuk neraka. Ini mustahil. Namun ternyata dalam suatu kesempatan Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menginformasikan adanya orang yang tidak ingin masuk surga alias memilih neraka sebagai tempat tinggal abadinya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى (البخاري )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan (tidak mau).” Para sahabat bertanya: ”Siapa orang yang tidak mau itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Siapa yang taat kepadaku ia masuk surga, dan siapa yang durhaka kepadaku, berarti ia sungguh tidak mau.” (HR Bukhary 22/248)

Dari hadits di atas kita dapat simpulkan dua hal:
Pertama, menurut Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam ternyata ada manusia yang bakal masuk surga dan ada yang enggan alias tidak mau masuk surga.

Kedua, berdasarkan keterangan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam pengertian orang yang bakal masuk surga adalah orang yang taat kepada Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Sedangkan pengertian orang yang tidak mau masuk surga adalah mereka yang durhaka kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Jadi, siapapun dia, beragama apapun dia, termasuk mengaku muslim sekalipun, namun jika ia tidak mau taat alias durhaka kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam, berarti ia telah memproklamirkan dirinya sebagai orang yang enggan masuk surga. Ia telah menunjukkan bahwa dirinya lebih memilih neraka sebagai tempat tinggal abadinya di akhirat.

Seorang muslim sejati adalah orang yang memahami bahwa ketaatannya kepada Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam merupakan syarat sekaligus indikasi dirinya mentaati Allah subhaanahu wa ta’aala.

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
”Barangsiapa yang menta`ati Rasul, sesungguhnya ia telah menta`ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS AnNisa 80)

Dan sebaliknya, barangsiapa yang mendurhakai Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam berarti ia mendurhakai Allah subhaanahu wa ta’aala. Maka dalam kaitan dengan ini, berarti orang yang tidak mau mengimani lalu mentaati Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berarti ia telah mendurhakai Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Dan hal itu berarti bahwa ia enggan masuk surga. Ia memilih neraka sebagai tempat kembalinya di akhirat kelak. Wa na’udzu billaahi min dzaalika.

Berdasarkan pemahaman mendasar inilah kita ummat Islam menyebut orang yang tidak mau mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai orang kafir alias orang yang mengingkari keesaan Allah subhaanahu wa ta’aala serta kenabian Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Apapun keyakinan dan agamanya, selagi ia mengingkari kenabian Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berarti ia durhaka kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Berarti ia enggan masuk surga. Bahkan sekalipun ia mengaku muslim, mengaku bersyahadatain, namun bila sesungguhnya ia mengingkari kenabian Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berarti ia telah durhaka kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Tanpa kecuali, hal ini berlaku kepada kelompok yang dewasa ini sedang ribut dipermasalahkan ummat Islam, yakni orang-orang Ahmadiyah. Sekalipun mereka meng-claim diri sebagai muslim, namun karena mereka meyakini adanya Nabi lain sesudah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berarti mereka telah mendurhakai Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Bahkan mereka telah mendurhakai Allah subhaanahu wa ta’aala. Sebab di dalam Al-Qur’an jelas-jelas Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman bahwa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan penutup rangkaian Nabi-Nabi utusan Allah, namun mereka dengan lancangnya mengimani –baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi- adanya Nabi lain dengan ajaran lain sesudah Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Ahzab 40)

Mereka meyakini bahwa Nabi palsu bernama Mirza Ghulam Ahmad merupakan seorang Nabi yang diutus Allah subhaanahu wa ta’aala sesudah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Padahal di antara ajaran yang disebarkannya adalah penghapusan kewajiban berjihad fi sabilillah, terutama tidak perlunya ummat Islam berjihad melawan penjajah Inggris di India pada masa itu. Pantaslah ketika pemerintah Pakistan akhirnya menerbitkan undang-undang yang menetapkan kelompok Ahmadiyah sebagai orang-orang di luar Islam alias kafir maka merekapun memindahkan markas mereka ke negeri yang memang membidani kelahiran kelompok tersebut, yakni Inggris. Saat ini markas pusat Ahmadiyah berada di London, ibukota negeri induk semangnya yakni Inggris.

Sangat kita sayangkan bahwa di negeri berpenduduk muslim terbesar sedunia, pemerintah Indonesia tidak mendudukkan perkara ini pada tempat semestinya. Sehingga SKB yang diterbitkan berkenaan dengan Ahmadiyah tidak tegas berupa pembubaran kelompok sesat dan menyesatkan ini, bahkan tidak jelas memposisikan mereka sebagai kelompok orang-orang di luar Islam alias kafir. Hal ini sesungguhnya merupakan suatu kezaliman bagi ummat Islam umumnya, bahkan bagi orang-orang Ahmadiyah itu sendiri pada khususnya. Mengapa? Karena SKB ini telah menyebabkan orang-orang Ahmadiyah –terutama kalangan awam ajaran Ahmadiyahnya- menyangka bahwa diri mereka muslim padahal jelas-jelas ajaran dasar mereka mendurhakai Kenabian Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Hal ini mengantarkan kita kepada satu kesimpulan bahwa orang Ahmadiyah tidak mau masuk surga...! (eramuslim)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://islamiptek.forumotions.net
 
AKKBB Tidak Mau Masuk Surga
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» HELPP!! Motor ga bisa distarter saat masuk gigi
» [Ask]UU motor ga boleh masuk tol
» APA TANGGAPAN KALIAN SESUDAH MASUK NDI ?
» Lampu indikator oli dan suhu tidak nyala....
» HELP TEKANAN BAN MENURUN TIDAK NORMAL

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ISLAM & IPTEK :: PORTAL :: Tampilan Utama-
Navigasi: