ISLAM & IPTEK

Baku Beking Pande Dalam Kajian Islam & Iptek
 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Forum JatonForum Jaton  Dunia Mualaf VidioDunia Mualaf Vidio  KristologiKristologi  Mesjid KitaMesjid Kita  Sain & Qur'anSain & Qur'an  Alam SemestaAlam Semesta  Jalan LurusJalan Lurus  Belajar Qur'anBelajar Qur'an  Mengaji ( Iqra' )Mengaji ( Iqra' )  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 BAHAYA SUFI (?)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 271
Join date : 31.01.08

PostSubyek: BAHAYA SUFI (?)   Sun May 04, 2008 7:30 pm

BAHAYA SUFI (?)

Makna Sufi
Nama dan ajaran Sufisme tidak pernah dikenal atau ada pada masa kehidupan Rasul shallallahu 'alaihi wa Sallam, para sahabat dan Tabi'in. kemudian setelah itu muncul sekelompok orang zuhud yang mengenakan pakaian sangat sederhana yang disebut dengan shuuf (kulit domba) dan dari situlah awal penamaan sufi. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa sufi berasal dari kata sufiya yang dalam buku-buku falsafah Yunani diartikan dengan hikmah.

Bashrah, sebuah kota di negeri Irak, merupakan tempat kelahiran pertama bagi Tasawuf dan Sufi. Yang mana (di masa tabi'in) sebagian dari ahli ibadah Bashrah mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud dan wara' terhadap dunia (dengan cara yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa Sallam), hingga akhirnya mereka memilih untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuuf). Meski kelompok ini tidak mewajibkan tarekatnya dengan pakaian semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan Sufi, sebagai nisbat kepada Shuuf (Lihat Majmu Fatawa Syaikhul Islam mengenai hal ini. Majmu' Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Juz 11, hal. 6,16).

Oleh karena itu, lafazh Sufi ini bukanlah nisbat kepada Ahlush Shuffah yang ada di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, karena nisbat kepadanya dinamakan Shuffi, bukan pula nisbat kepada shaf terdepan di hadapan Allah ta'ala, karena nisbat kepadanya dinamakan Shaffi, bukan pula nisbat kepada makhluk pilihan Allah karena nisbat kepadanya adalah Shafawi dan bukan pula nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku Arab), walaupun secara lafazh bisa dibenarkan, namun secara makna sangatlah lemah, karena antara suku tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama sekali.

Yang jelas munculnya nama baru ini ternyata membawa dampak bagi kaum muslimin, di mana akhirnya ajaran Sufi ini pecah menjadi sekian banyak aliran (tarekat) dan sufi yang berkembang sekarang ini lebih banyak kebid'ahan dan penyimpangannya dibanding pendahulunya.

Makna Sufi Menurut Orang Sufi
Mereka pun telah berbeda dalam menafsirkan kata sufi itu sendiri, yang menunjukkan bahwa kalimat ini tidak berdasar dan menimbulkan berbagai pemecahan dengan berbagai nama yang dipakai, semisal perkataan Al-Khur'i, "Tasawuf adalah mengambil kepada (ilmu) hakikat dan berputus asa dengan apa yang ada di tangan para makhluk." (Lihat 'Awariful Ma'arif hal 62, Syahrudi, Cet. Darul Ma'arif-Beirut). Dikatakan oleh Junaid, "Tasawuf adalah kamu bersama Allah dengan tanpa hubungan." (Lihat at-Ta'aruf limazhhab ahlut Tashawwuf, hal 34, Kalabazi)

Bahaya Sufi
Bila diperhatikan, bahwa ternyata ajaran sufi selama ini dampak negatifnya sangatlah besar, baik dari sisi akidah seseorang, ibadah dan akhlak.

Di antara bahaya ajaran sufi antara lain adalah (lihat Talbis Iblis hal 374):

1. Memalingkan manusia dari Al-Qur'an dan Al Hadits dengan berbagai cara, misalnya:

* Tuduhan bahwa menghayati Al-Qur'an semata dapat memalingkan seseorang dari pandangan Allah.
* Tuduhan bahwa pahala membaca zikir mereka lebih besar pahalanya dari membaca Al-Qur'an.
* Tuduhan bahwa memahami dan menafsirkan Al-Qur'an adalah untuk para guru-guru mereka, sedangkan orang awam tidak boleh atau tidak bisa memahaminya.
* Tuduhan bahwa Al-Qur'an dan hadits adalah tingkatan syariat dan ilmu yang nampak. Sedangkan ilmu laduni menurut mereka ia adalah paling sempurna dan lebih tinggi dari Al-Qur'an.

2. Membuka celah untuk menafsirkan nash-nash Al-Qur'an atau hadits sekehendak nafsu mereka. Semisal: penafsiran Amin dengan "Menuju kepada Engkau". Mereka menafsirkan ayat 219 dalam surat Al-Baqarah:

وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ

"Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan."

Dan kata al Al 'afwu dalam ayat di atas diartikan dengan kelebihan atau tambahan, sehingga tidak boleh menyimpan harta yang lebih dan harus di infakkan seluruhnya bila telah melebihi kebutuhan primernya, dsb.

3. Merusak akidah islamiyah yang benar.
Di antaranya dalam masalah wihdatul wujud, para wali punya kekuatan untuk mengatur dunia dsb. Yang bila diamati bahwa akidah sufiyah adalah gado-gado dari berbagai keyakinan-keyakinan sesat yang telah diracik menjadi barang yang menarik bagi orang-orang yang jahil.

4. Dakwah kepada kefasikan, bidah dan pembolehan segala sesuatu.
Berkata Imam Syafi'i, "jika seorang menjadi sufi di pagi hari maka tidaklah datang waktu zuhur kecuali ia telah menjadi dungu." (Talbis Iblis 370)

Kesesatan Sufi (Sumber: alsofwah.or.id: Ash-sufiyah fil Mizanil Kitab was Sunnah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu (Dept. Ilmiah):

Berikut ini penjelasan Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu tentang beberapa pokok ajaran sufi beserta tinjauannya dari pandangan Al-Qur'an dan Sunnah:

1. Ajaran sufisme memiliki thariqat yang sangat banyak, masing-masing mengklaim bahwa thariqatnya yang paling benar. Padahal Al-Qur'an melarang itu semua sebagaimana dalam firman Allah:

وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

"Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (QS. Ar Rum: 31-32). Nabi shallallahu 'alaihi wa Sallam juga menjelaskan bahwa tarekat atau jalan yang lurus hanyalah satu, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Ibnu Mas'ud.

2. Ajaran sufisme membolehkan berdoa kepada selain Allah, baik itu nabi, para wali yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Di antara mereka ketika beristighatsah ada yang mengucapkan: "Ya Syaikh Abdul Qadir Jailani, Ya Rifai atau ya Nabi kepadamulah kami bersandar dan minta pertolongan." Ini menyalahi firman Allah:

وَلا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَنْفَعُكَ وَلا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ

"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian itu) maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim." (QS. 10:106)

3. Ajaran sufisme meyakini adanya Abdal (wali badal), Aqthab (wali kutub) dan wali-wali lain yang diserahi oleh Allah mengatur segala urusan dan perkara di alam ini. Padahal orang-orang musyrik saja sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur'an mengetahui bahwa yang mengatur semua urusan adalah Allah.

4. Sebagian penganut sufisme meyakini wihdatul wujud (alam adalah satu kesatuan sebagai wujud Rabb), ittihad atau hulul (bersatunya hamba dengan rabb) sehingga tidak ada beda antara khaliq dan makhluk. Ajaran ini disebarkan oleh Ibnu Arabi yang dalam penggalan syairnya ia berkata: "Hamba adalah Rabb dan Rabb adalah hamba." (Al Futuhat Al Makiyyah, Ibnu Arabi). Ajaran ini sangat keterlaluan karena orang yang musyrik atau sangat bodoh sekalipun akan bisa membedakan dirinya dengan Rabb (Tuhan).

5. Sebagian kaum sufi mengajarkan zuhud dalam kehidupan, namun dengan cara meninggalkan sebab-sebab atau usaha dan jihad (berjuang) padahal Allah telah berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu." (QS. Al-Qashshash: 77)

Dan firman-Nya:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi." (QS. 8:60)

6. Tingkatan ihsan dalam sufi adalah ketika mereka berzikir (kepada Allah), mereka membayangkan syaikh mereka bahkan ketika shalat pun demikian, tidak jarang di antara mereka yang menghadap gambar syaikhnya ketika shalat. Ini bertentangan dengan makna hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Ihsan adalah beribadah kepada Allah seolah-olah kita melihat-Nya.

7. Dalam tasawuf seseorang tidak boleh beribadah kepada Allah karena takut neraka dan karena mengharap surga. Padahal Allah memuji para Nabi yang berdoa kepada-Nya karena mengharap surga dan karena takut akan Siksa-Nya. Firman Allah, artinya: "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas." (QS. 21:90), yakni mengharap surga dan cemas akan siksa dan azab Allah.

8. Ajaran Sufisme membolehkan mengeraskan suara dalam do'a atau zikir dan terkadang diiringi alat musik dan disertai tari-tarian sedang Allah telah berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

"Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. 7:55)

...bersambung


Terakhir diubah oleh Admin tanggal Sun May 04, 2008 7:32 pm, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://islamiptek.forumotions.net
Admin
Admin


Jumlah posting : 271
Join date : 31.01.08

PostSubyek: Re: BAHAYA SUFI (?)   Sun May 04, 2008 7:31 pm

..sambungan BAHAYA SUFI (?)

9. Sebagian kaum sufi tidak malu-malu menyebut nama khamar, mabuk, wanita dan jatuh cinta dalam syair-syairnya dan terkadang itu dibaca dalam acara-acara yang diadakan di masjid, sambil diiringi tepuk tangan dan teriakan-teriakan. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa bertepuk tangan merupakan adat orang-orang musyrik dalam ibadah mereka. Firman Allah ta'ala:

وَمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

"Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu." (QS. 8:35)

10. Sebagian orang Sufi ada yang senang melakukan atraksi-atraksi tertentu, misalnya menusuk, memukul diri dengan besi lalu ia memanggil ya jaddah (wahai eyang) sehingga ia tidak sakit atau terluka. Sebagian orang jahil menyangka bahwa ini adalah karamah padahal tidak lain adalah istidraj (pemberian yang menjerumuskan).

11. Orang-orang Sufi meyakini metode kasyf untuk menyingkap perkara-perkara gaib. Padahal tidak ada yang mengetahui perkara gaib kecuali Allah sebagaimana Firman-Nya:

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

"Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan." (QS. 27:65)DLL

http://muslim.or.id/artikel/aqidah/ihsan-vs-sufi-2.html

Bismilahirrahmanirrahiim.

Terimakasih sdr Kilanajiwa atas ilmu anda tentang islam SUFI...
Bpk sangat gembira sekali, anda bawa ke Forum ini tentang salah satu aliaran islam yang cukup tertua juga......yang mana atas penyelidikan anda berdasarkan kepada Al Quran dgn ayat2 yang anda kemukakan itu...ternyata anda menyimpulkan bahwa ajaran2 SUFI ternyata ADA ajaran2 yang salah (bpk tdk suka menggunakan kata SESAT, kurang santun, lebih baik menggunakan kata SALAH.).

Orang2 yang benar2 mempelajari Al Quran dgn baiklah dia akan dapat menemukan kesalahan2 Firqoh2 islam yang banyak ini...Bpk setuju dengan pendapat bahwa ajaran SUFI ada sebahagian yang salah seperti anda jelaskan diatas itu...namun banyak persamaan2 dgn umat islam lainnya dlm mengamalkan Syariat islam.

Pertanyaan bpk sekarang kalau ada Firqoh2 islam salah mengamalkan sebahagian KECIL,bukan semua, Syariat islam apakah harus di hukum? dikafirkan? dilarang?, atau di ingatkan saja dgn hikmah?
Cara menangani ajaran2 yang salah ini lah yang menjadi ISSUE umat islam hendaknya.
Sebahagian golongan muslim mengatakan; --HARUS DI AMBIL TINDAKAN KEKERASAN,KARENA MERUSAK AJARAN2 ISLAM YANG MURNI, BERBAHAYA DAN MERENYAHKAN MASARAKAT.

Ada sebahagian golongan Muslim, termasuk bpk, hanya memberikan teguran saja berdasarkan al Quran juga;

.“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan peringatan yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang terbaik.” (QS. An Nahl: 125)

"Jika sekiranya kamu bersikap keras,kasar, jahat budi pekerti,berhati kasar (tdk lemah lembut) niscaya larilah tamu tamu itu dari kamu." QS 3:159.ANTI KEKERASAN.

Saudara Kelanajiwa....di Thread ini kita sudah mengupas dua golongan islam yaitu; Ahmadiah dan Sufi yang kedua duanya ternyata ada ayat2 ALLAH yang salah di amalkannya dan sebahagian besar mereka mengamalkan syariat islam dengan baik..setujukan anda itu?

1. Islam Sufi salah mengamalkan beberapa ayat2 ALLAH seperti anda sebutkan diatas.
2 . Islam Ahmadiah salah menafsirkan sebuah ayat ALLAH tentang nabi TERAKIR.

Pertnyaan2 lainnya karena anda sudah mempelajari al Quran,peraturan2 ALLAH dgn baik,
bisakah anda menjelaskan pula KESALAHAN2 DARI GOLONGAN2 DIBAWAH INI?
3. Islam Wahhabi
4. Islam Salaf(salafiah)
5. Islam Syiah (yg juga terpecah belah banyak)
6.Masih banyak lagi Firqoh2 islam, cukup itu saja dulu.

Bpk sangat yakin sekali Firqoh2 islam #3 sampai #5 PASTI SALAH juga dlm mengamalkan Syariat
Islam. Kalau mereka tidak salah, sudah PASTI mereka sudah dapat membawa umat yang RAHMATAN LIL'ALAMIN bukan?,itu TANDAnya bagi Bpk bahwa mereka salah mengamlkan beberapa ayat2 ALLAH dan hadits2.

Ilmu2 anda sangat kita harapkan sekali dlm mencari kebenaran yang hakiki.
Atau ada teman2 yang berilmu lain2nya dapat menyumbangkan ilmu nya disini,silakan.

Kesimpulan;
Orang2 atau Firqoh2 islam yang menjalankan syariat islam yang TIDAK sempurna,artinya sebahagian besar di amalkannya DGN BENAR , dan sebahagian kecil di INGKARINya, maka ALLAH memperingatkan ulama2 dan umat islam umumnya seperti di bawah ini:

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.QS.2:85

Golongan2 islam atau Firqoh2 islam yang mengamalkan syariat2 islam yang tidak sempurna, mendapat HINAAN HIDUP DI DUNIA INI ( berupa umat yg terbelakang, miskin, selalu gaduh, menderita dlm peperangan dll), di di akirat ALLAH MEMBERIKAN AZAB YANG SANGAT PEDIH SEKALI.

Marilah kita takuti peringatan2 ALLAH diatas,kalau sekiranya kita sudah tahu, masih mengikuti Firqoh2 islam yang tidak sempurna atau salah ARTINYA KITA MENYEBURKAN DIRI KE PADALAM NERAKA.

FEEDBACK DARI ANDA BPK HARAPKAN SEKALI.

wassalam
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://islamiptek.forumotions.net
 
BAHAYA SUFI (?)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» bahaya gk make merk ban yg berbeda depan dan blakang!
» MAU TANYA DONG...KNALPOT CUSTOM KIRA2 BAHAYA GAK...?
» Ban ada Kadaluarsanya gak ya.......
» [ASK] Kerugian pake stang jepit (bergetar)
» ASK | plat nomer blm keluar tapi g sabar nunggangin si ninin

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ISLAM & IPTEK :: KATAGORI UTAMA :: Forum Diskusi-
Navigasi: